skip to main | skip to sidebar
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

9/12/2011

Sumur Peninggalan Sunan Bejagung (2)

0 komentar
  • Sumber Penghidupan di Kala Musim Kekeringan



Selain kasiat yang banyak terkandung di dalamnya, sumur peninggalan Sunan Bejagung yang tak pernah surut airnya juga merupakan wujud penanganan kekeringan yang dilakukan sang Sunan sejak dahulu kala. 


Sumur peninggalan yang berada di sebelah makam Sunan Bejagung di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban memang berbeda dengan sumur lainnya. Sumur ini tak pernah surut airnya meski sejumlah sumber air lainya mengalmi kekeringan di musim kemarau yang panjang.

Diyakini warga setempat, sumur berbentuk persegi empat dengan kedalaman 25 meter itu memiliki tingkat kekeramatan kelas wahid. Tatanan batu di dinding sumur juga masih asli, demikian pula dengan alat angkat air yang bertengger di atasnya. Terbuat dari kayu jati yang dibentuk empat persegi untuk menarik tali yang diujungnya ditambat timba.

Yang hingga kinipun, kondisinya sama seperti saat pertama kali dibuat. “Kami tidak berani merubah bentuk kerekan timba, karena sudah diwanti-wanti Mbah Sunan Bejagung agar tidak merubah keaslian tinggalannya,” kata Rawan, 67, salah satu penjaga makam Sunan Bejagung di sela kesibukanya melayani peziarah mengambil air di sumur itu.

Sumur berjarak 14 meter sebelah selatan makam Sunan Sunan Bjagung ini, menurut kisah Mbah Rawan, terbentuk karena tuah dari tongkat sakti sunan bernama asli Muhdin Asyari. Kala itu di wilayah Tuban dan sekitarnya tengah dilanda kemarau dan paceklik air. Saat akan melaksanakan Shalat Dhuhur sang Sunan kesulitan mencari air wudlu.

Dia perintahkan adeknya yang bernama, Pamor, untuk menancapkan tongkatnya ke atas tanah. Pamor kembali menemui saudaranya yang menunggu di bawah pohon Panggang. Tampak Muhdin Asyari komat-kamit merapal mantera. Kemudian bersama rombongannya mereka mengambil tongkat yang ditancapkan Pamor.

Begitu diangkat keluarlah air bersih meluber kemana-kemana. Dan saat itu pula, Muhdin Asyari dan pengikutnya membangun padepokan untuk syiar Islam di kawasan tersebut. Kemarau yang kering tak lagi menjadi kendala warga setempat, karena sumur tersebut seakan tidak pernah mau surut airnya.

Belakangan, air sumur tersebut juga menjadi rebutan. Warga dari berbagai daerah datang meminta air untuk dibawa pulang. Di samping untuk pengobatan, diyakini juga air sumur itu bisa dipakai untuk tumbal. ”Yang dating dan menginginkan air dari sumur ini banyak sekali. Sempat juga ada pejabat dari Jakarta datang meminta air, katanya untuk membersihkan tumbal di kantornya. Agar kantornya bisa tenang dan lancar,” kata Mbah Rawan.

Selaini itu, berbagai karomah lain air dari sumur peninggalan Sunan Bejagung ini juga selalu dimanfaatkan orang yang sedang berziarah ke sana. Mereka selalu mengmbil air ketika selesai bertahlil dan berdzikir di makam. *

Sumur Peninggalan Sunan Bejagung (1)

0 komentar

  • Tempat Uji Kejujuran dan Mengikat Janji Setia Sepanjang Masa


Meski bukan termasuk salah satu dari Wali Songo, Sunan Bejagung juga tercatat sebagai wali yang ikut berkiprah dalam perjuangan Islam di tanah jawa. Makam dan sejumlah peninggalanya pun hingga kini menjadi salah satu pusat tujuan wisata religi di Kabupaten Tuban.

Satu dari sekian banyak makam wali di tanah Jawa yang menjadi tujuan utama para peziarah adalah makam Sunan Bejagang di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Berada di sebelah utara pusat kota berjarak sekitar dua kilometer, area makam tersebut tak pernah sepi dari peziarah.

Itu merupakan bukti bahwa karomah Sunan Bejagung tidak lagi diragukan. Paling tidak, warisannya berupa sumur di samping selatan makam yang hingga kini menjadi tempat menyucikan diri para peziarah ketika berkunjung ke sana. Kabarnya, tidak afdhol, ketika berkunjung ke makam wali bernama asli Muhdin Asyari tersebut kemudian pulang sebelum mengambil air dari sumur peninggalanya.

Selain untuk ngalap barokah dari sang wali, air sumur itu juga diyakini memiliki berbagai manfaat. Terutama untuk ritual mengikat janji sesama kekasih agar setia selama-lamanya dan ritual uji kejujuran dari seseorang yang dituding melakukan tindak pidana kriminal.

Saking terkenalnya kasiat dari sumur ini, jarang ada orang yang berani berjanji dengan meminum air sumur buatan Sunan yang lahir dengan nama Muhdin Asyari ini. Sebab, jika ingkar taruhannya adalah nyawa. Bahkan, sudah banyak kejadian orang meninggal dunia karena tak setia pada janji yang dilafal di puasara Sunan yang terkenal gemar menyalakan pelita di Masjidil Harom, Makah itu.

“Sudah banyak kejadian sampai meninggal gara-gara ingkar janji, tapi tetap saja banyak yang meminta disumpah di makam Mbah Sunan Bejagung sebagai upaya pembuktian bahwa yang bersangkutan benar,” kata Mbah Rawan, 67, penjaga kompleks makam Sunan Bejagung.

Dikisahkan lelaki berjenggot tipis itu, satu hari serombongan orang datang ke makam. Mereka menuduh salah satu diantaranya berselingkuh. Yang bersangkutan membatah hingga nekat berani disumpah di makam Sunan Bejagung. Apa yang terjadi, setelah sumpah diucapkan di bawah kitab suci di pusara sunan dan kemudian ditutup dengan meminum air sumur Bejagung, mereka lalu pulang. Dan sesampai di rumah, yang disumpah tadi perutnya membesar, tak lama kemudian meninggal.

Ada juga seseorang yang dituding mencuri oleh orang lain. Keduanya lantas sepakat bersumpah di makam Sunan Bejagung. Jika yang dituduh mencuri itu ternyata fitnah, yang bersangkutan tidak terkena efek dari sumpahnya. Namun yang menuduh akan diberi ganjaran kesusahan tak terperi, meski tak sampai meninggal, karena telah memfitnah.  “Saya dan teman-teman disini, selalu mengingatkan jangan nekat kalau sumpah di makam Mbah Sunan Bejagung. Beliau wali penuh karomah yang tidak boleh dibuat main-main,” kata Rawan.

Selain sumpah untuk menguji kejujuran, tak sedikit pasangan kekasih yang dimabuk asmara datang meminta dibantu, untuk berjanji saling setia. Untuk urusan yang satu ini, biasanya dilakukan pasangan yang salah satu diantaranya akan meninggalkan pasangannya bekerja di luar daerah.  ”Memang banyak permintaan macam-macam dari para peziarah. Di samping untuk pengobatan, air sumur Mbah Sunan Bejagung ini juga untuk pengobatan orang sakit,” sambung Rawan.

Imam Suroso, 39, salah satu peziarah di makam Sunan Bejagung mengatakan, air dari sumur Mbah Sunan bejagung juga bisa dipakai pagar gaib rumah atau kantor tempat kerja. Teknisnya, disiramkan ke lokasi kantor agar bisa memagari pengaruh jahat yang sengaja dibuat lawan. Namun demikian, sebelum dibawa pulang air tersebut harus diberi mantera dan doa-doa saat berziarah di makam Sunan Bejagung. Itu sebagai bukti meminta izin dari sang sunan.

Prosesinya juga sederhana, peziarah mengambil air di sumur. Kemudian air tersebut dibawa ke makam Sunan Bejagung. Jika untuk mengikat janji, yang bersangkutan disumpah di bawah kitab suci, persis di samping makam. Lalu diteruskan meminum air tersebut. Dan jika dibawa pulang, air langsung dibawa bersangkutan setelah berdoa dan dzikir di makam.*

9/11/2011

Biarlah Suami ‘Selingkuh’ dengan Bola

0 komentar
Kegemaran pria menyaksikan pertandingan sepakbola kerap memicu masalah dalam hubungan. Melihat pasangannya asyik mengikuti jalannya pertandingan, banyak wanita merasa kalah atau bahkan kehilangan perhatian. 

Dr Marianne Brandon, pakar hubungan dan penulis buku 'Monogamy: The Untold Story (Sex, Love, and Psychology)', mengatakan bahwa wanita justru dapat mengambil sisi positif dari kegemaran pasangan menyaksikan sepakbola. Saat pasangan asyik dengan hobinya, wanita bisa memanfaatkannya untuk memanjakan diri sendiri. 

Seperti dilansir dari genConnect.com, Marianne mengingatkan pentingnya menikmati waktu untuk diri sendiri meski sudah berpasangan. Jika ada pasangan yang menganggap waktu menyendiri ini sebagai kendala yang mengganggu hubungan, pemikiran itu justru akan menjadi bumerang. 

Melarang pasangan menikmati kesenangan pribadi lambat laun akan menghilangkan identitasnya. Setiap pasangan tetap membutuhkan jarak demi keseimbangan hubungan. Jadi, saat pasangan asyik menonton laga kesebelasan favoritnya, gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal yang Anda sukai. 

Cobalah untuk mengerti kecintaannya terhadap sepak bola. Pria menganggap olahraga yang kompetitif sebagai cerminan dari dorongan kompetitif yang mereka alami. Hal ini juga memberi mereka rasa memiliki kelompok yang sangat penting bagi manusia. 

Yang menyenangkan, kemenangan tim favoritnya dapat memberikan dorongan testosteron. Jadi, cobalah untuk sedikit menikmati kecintaannya. Namun, jika Anda sudah tidak dapat mentolerir kebiasaannya, diskusikan secara baik-baik apa yang Anda rasakan agar ia pun mengerti apa yang Anda inginkan.vivanews

9/09/2011

Minuman Energi Berbahaya

0 komentar
Minuman berenergi dipercaya bisa memberikan tambahan energi bagi yang mengonsumsinya. Minuman ini juga diklaim akan meningkatkan performa seseorang seperti atlet. Perlu diketahui bahwa energi tersebut sebenarnya berasal dari kandungan kafein dan gulanya yang cukup tinggi.

Minuman energi diklaim bisa meningkatkan perf menimbulkan kontroversi, beberapa ahli bahkan menyatakan minuman energi berbahaya. "Minuman dengan kandungan kafein yang sangat tinggi berpotensi mengganggu kesehatan," kata Roland Griffiths, profesor psikiatri dan ahli saraf dari Johns Hopkins University School of Medicine, seperti dikutip situs webmd.

Berikut adalah empat bahaya minuman energi.

Mengandung gula tinggi
Kandungan gula yang tinggi dalam minuman berenergi bisa memicu peningkatan kadar gula darah, merusak gigi dan menyebabkan pertambahan berat badan. Pastikan Anda memeriksa kemasan untuk mengetahui berapa jumlah gula dalam minuman tersebut. Bandingkan dengan minuman soda dan Anda akan menemukan kandungan gula dalam minuman energi lebih tinggi.

Bahaya untuk anak
Paparan kafein dan gula yang tinggi pada anak-anak lebih berbahaya daripada pada orang dewasa. Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan sehingga dampaknya negatifnya lebih buruk di masa depan. Lagi pula minuman energi tidak mengandung zat gizi apa pun.

Menyebabkan dehidrasi
Kandungan gula yang tinggi bisa menyebabkan penyerapan air ke dalam tubuh terhambat sehingga menimbulkan risiko dehidrasi. Tubuh yang dehidrasi justru memiliki performa yang buruk, baik saat Anda sedang beraktivitas atau duduk di belakang meja. Jika Anda merasa tidak bisa meninggalkan minuman berenergi disarankan untuk mengonsumsi segelas air setelah menenggak minuman energi.

Menyebabkan jantung berdebar
Kafein bisa menyebabkan tekanan darah  meningkat dan jantung terasa berdebar-debar, terutama bagi mereka yang sensitif. Reaksi yang berbahaya pada minuman energi yang bisa terjadi antara lain rasa pusing, mual, sakit maag, tremor, serta mati rasa.kompas

Memaafkan itu Menyehatkan

0 komentar
Saling meminta maaf lahir batin merupakan bagian dari tradisi Idul Fitri. Di luar konteks ibadah, memaafkan atau melepaskan luka batin ternyata juga mendatangkan manfaat positif bagi kesehatan karena bisa membuat seseorang jadi lebih sehat jiwa dan raga.

Jika kita bisa mememafkan dan melupakan secara tulus, ada banyak keuntungan yang menyehatkan. Penelitian menunjukkan sikap memaafkan membantu menurunkan teranan darah, menguatkan sistem imun, dan menurunkan sirkulasi hormon stres dalam darah.

Penelitian juga menunjukkan orang yang sudah mampu memaafkan mengaku gejala-gejala gangguan pencernaan, sakit kepala dan juga nyeri punggungnya berkurang.

Dalam sebuah penelitian terhadap 71 orang terungkap efek langsung dari kemarahan. "Ketika para responden fokus pada hal-hal yang tak termaafkan, tekanan darah mereka naik, demikian juga dengan detak jantung," kata Charlotte vanOyen Witvliet, kandidat profesor psikologi dari Hope College.

Sebaliknya, ketika mereka diminta merespon sesuatu dengan maaf, otot-otot menjadi rileks dan napas lebih teratur.

Bukan hanya itu sikap mengampuni juga terkait erat dengan kesehatan mental yang baik. Memaafkan akan mengurangi kemarahan, depresi, dendam, kebencian, dan berbagai emosi negatif lainnya. Intinya, memaafkan membuat kita lebih berbahagia.

Kendati demikian banyak orang yang menganggap memaafkan itu sulit. Tentu saja memaafkan dari hati terdalam tidak dapat dipaksakan. Bila situasinya sangat menyakitkan, mungkin untuk sementara cukup kita melihat memaafkan sebagai murni fenomena internal diri.

Akan tetapi kita bisa memunculkan dorongan untuk memaafkan dengan cara mengatur pikiran bahwa pemaafan adalah bentuk kasih sayang, diperlukan untuk mengembangkan kedamaian hubungan, serta mencegah balas dendam.

Everett L.Worthington Jr, profesor psikologi dan penulit buku Forgiveness and Reconcilliation:Theory and Applications, membagi sikap memaafkan dalam dua tipe.

Pertama adalah keputusan memaafkan (decisional forgiveness), dimana seseorang memilih untuk melepaskan pikiran yang menyebabkan marah. Misalnya kita mengatakan pada diri sendiri "Saya tidak akan membalas dendam", atau "Saya akan menghindari orang itu,".

"Kita bisa memilih keputusan memaafkan tetapi masih ada emosi yang tidak memaafkan di dalam hati," kata Worthington.

Seharusnya yang kita capai adalah memaafkan emosional, yakni mengganti emosi negatif seperti dendam, kebencian, marah, dan takut, menjadi perasaan simpati, empati, kasih, dan cinta.

"Memaafkan emosi lebih berdampak pada kesehatan karena ketika kita tidak bisa melakukannya akan timbul reaksi stres kronik akibat obsesi pada hal-hal menyakitkan yang terjadi. Kita terus memandang diri kita sebagai korban," katanya.kompas

11/11/2010

Kotaku, Kota Trotoar

0 komentar
Sebagai warga Kabupaten Tuban, saya merasa sangat bangga dengan berbagai perubahan yang terjadi di Kota ini. Terutama, dalam segi pembangunan yang sedemikian pesat jika dibandingkan dengan belasan tahun silam.

Ya, hampir seluruh jalan yang ada di Bumi Ronggolawe ini telah beraspal dengan kualitas terbaik. Bahkan, trotoarnya juga hampir semuanya lebih mengkilat dari alas rumah sebagian besar warganya.

Keramik berwarna merah kekuningan itu menghiasai pinggiran sepanjang jalan di kawasan kota sampai ke pelosok-pelosok desa. Kontras memang jika dibandingkan dengan beberapa gubuk bambu tempat tinggal warga yang berdiri di pinggiran jalan. Namun, itulah kemajuan paling menonjol di tanah kelahiranku ini.

Jika mau dibandingkan dengan beberapa kabupaten lain, atau bahkan dengan Surabaya sebagai ibukota Propinsi Jawa Timur, saya tidak yakin ada infrastruktur jalan melebihi Kabupaten Tuban.

“Kalau soal jalan, memang Tuban yang paling bagus di Jawa Timur,” kata-kata ini hampir selalu saya dengar dari sebagian teman di daerah lain saat bertemu di dalam berbagai kesempatan. Sekali lagi, sebagai warganya, saya patut bangga dengan predikat ini.

Dan tak hanya saya, banyak warga lain di kota yang juga dikenal dengan sebutan Kota Wali ini mengaku senang dengan kondisi jalan yang semuanya bagus dan trotoar yang mewah.

Tapi, apakah semuanya berpendapat demikian?, ternyata tidak. Sebagian kalangan juga menganggap bahwa mewahnya trotoar ini merupakan sebuah pemborosan keuangan daerah. Mereka mengatakan bahwa uang untuk pembangunan trotoar itu bakalan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk biaya pendidikan, penanganan bencana atau untuk hal-hal yang lebih dubutuhkan di masyarakat kalangan bawah.

Mereka mencontohkan tentang pentingnya penanganan bencana banjir saat musim hujan, kekerungingan ketika kemarau melanda dan banyaknya warga yang masih buta huruf serta menumpuknya pengangguran di kota yang juga terkenal dengan sebutan Kota Towak ini.

“Lihat saja itu, banyak sekali perusahaan berskala besar berdiri di Tuban. Tapi, pekerja-pekerja di dalamnya didominasi orang luar. Warga Tuban hanya sebagai buruh atau pekerja kasar di sana karena keterbatasan SDM,” keluh salah satu teman aktivis.

Tanggal 12 November 2010 Tuban menginjak usainya yang sudah cukup tua, 717 tahun. Apakah kemajuan hanya akan berkutat di bidang infratruktur jalan dan trotoar saja, tentu tidak. Tuban kedepan harus lebih maju dalam segala aspek dan segala bidang.

Selamat Ulang Tahun kotaku, semoga jaya selalu !!!

11/09/2010

Bahasa di Media Massa Semakin Gawat

0 komentar
JAKARTA - Mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja mengakui, bahasa di media massa sudah semakin gawat. Selain dipenuhi akronim yang membingungkan masyarakat, nama rubrik media massa, terutama di televisi, juga semakin dipenuhi bahasa asing.

”Saya tidak tahu, apakah kalau menggunakan bahasa Indonesia kurang percaya diri? Tetapi, yang paling membingungkan adalah penggunaan singkatan atau akronim, termasuk dalam judul,” ungkap Atmakusumah dalam diskusi peringatan delapan tahun Forum Bahasa Media Massa (FBMM) di Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS), Jakarta, Senin (8/11/2010). Diskusi tersebut dipandu Ketua Umum FBMM TD Asmadi.

Terkait banyaknya penggunaan akronim itu, Asmadi mengakui, tak jarang pengelola media massa menggunakan akronim buatan mereka sendiri. ”Saya pernah membaca judul di sebuah media massa ternama, yaitu ’Frustasi, Cakep Gandir’. Bingung kan? Ternyata, judul itu maksudnya adalah frustrasi, calon kepala sekolah gantung diri,” ungkapnya.

Selain persoalan akronim dan penggunaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, Atmakusumah juga memprihatinkan bahasa asing yang diindonesiakan di media massa dan di masyarakat. Pengindonesiaan itu sering kali dipaksakan, bahkan salah.
”Ada istilah grand dalam bahasa Inggris yang diubah menjadi gran. Artinya apa?” kata dia lagi.

Dalam diskusi itu, peserta yang berasal dari wartawan, editor bahasa di media massa, editor dan penulis buku, serta pemerhati bahasa mengakui, Pusat Bahasa belum efektif untuk menyosialisasikan dan mendorong penggunaan bahasa Indonesia yang baik.
Bahkan, Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikeluarkan Pusat Bahasa pun tidak berani dijadikan acuan karena lebih bernuansakan proyek. Asmadi menambahkan, kini semestinya tidak lagi didorong pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar, tetapi yang komunikatif dan berkaidah. Kompas.com

11 Manfaat Asam Jawa

0 komentar
JAKARTA – Selain sebagai bumbu dapur, asam jawa ternyata memiliki bahyak manfaat untuk pengobatan. Nyeri dan bau anyir di waktu haid, radang tenggorokan atau difteri, batuk kering, bisul, darah rendah, sariawan, keputihan, serta campak adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi oleh asam jawa.

Pohon asam berasal dari Afrika, biasa ditanam sebagai pohon perindang, bisa mencapai ketinggian 25 meter. Daunnya bersirip sama rata dan bunganya kekuning-kuningan. Buahnya berbentuk batang dan berbiji dengan panjang 3,5-20 cm dan tebal 2,5 cm. Kulit cangkang luar lunak berwarna cokelat dan daging buah rasanya asam.

Daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi cokelat. Daging buah biasa dipakai untuk mengasamkan makanan, dibuat sirup, atau membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah menjadi kehitaman. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama.

Karena warnanya menjadi kehitam-hitaman, biasa disebut asam kawak.
Daging buahnya mengandung bermacam-macam asam, seperti tatrat, malat, sitrat, suksinat, asetat. Asam berkhasiat untuk memudahkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah. Daunnya yang mengandung flavonoid bersifat antiradang dan menghilangkan rasa sakit.

Bisa Menjadi Pencahar
Menurut Ir. Wahyu Soeprapto, ahli tanaman obat dari Malang, Jawa Timur, daun pohon asam jawa diyakini bisa menurunkan panas dalam dan juga menambah nafsu makan. Selain itu, karena mengandung asam tatrat, asam jawa diyakini bisa sebagai pencahar bagi mereka yang mengalami sulit buang air.

“Karena sifatnya menjadi gel dengan menyerap cairan, asam jawa juga bisa dipakai untuk menghancurkan lemak,” kata Soeprapto.

Wahyu juga menambahkan, asam jawa bisa dibuat sebagai minuman hangat. Menurutnya, sebagai variasi, asam jawa juga bisa dipadukan dengan obat tradisional lainnya seperti temulawak, pace, atau yang lain. “Yang penting, lihat kebutuhan dan takarannya,” katanya lagi.

Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup, atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Bijinya dibakar atau digoreng, sehingga dapat dimakan. Buahnya termasuk dalam daftar obat tradisional yang sudah dilegalkan.

Ramuan Asam Jawa
1. Bisul
Asam kawak (daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam bukan cokelat) sebanyak lima gram, daun bayam duri dan daun kangkung masing-masing 10 gram, sedikit garam.

Daun bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam dan diberi sedikit garam dapur. Tempelkan pada bisul sampai seluruh permukaannya tertutup semua. Bila sudah kering, ganti lagi dengan yang baru. Dengan cara ini, dalam waktu singkat bisul akan matang dan pecah.

2. Sariawan
Satu cangkir daun asam muda dicuci bersih, sepotong kunyit lima cm diiris tipis. Rebus dengan empat gelas air sampai tinggal setengahnya. Supaya rasanya agak enak, tambahkan gula aren saat merebus. Saring. Minum setiap pagi dan sore. Ulangi selama beberapa hari.

3. Nyeri Haid
a. Satu genggam daun asam muda dicampur dengan dua jari kunyit dan setengah gelas air masak, lalu ditumbuk halus. Tumbukan ditambah air secukupnya kemudian disaring dan diminum.
b. Asam kawak setengah ibu jari, temulawak 10 potong, gula aren secukupnya. Rebus ketiga bahan tadi dengan air satu gelas, biarkan hingga menjadi setengahnya. Minum setiap pagi, lakukan berturut-turut selama seminggu menjelang datang bulan.

4. Pencegah kolesterol tinggi
Ambil 150-200 gram daun asam jawa, tumbuk halus. Beri segelas (220 ml) air matang panas. Lalu saring dan minum sampai habis. Lakukan sehari tiga kali.

5.  Menurunkan demam bayi
Asam kawak dan kunyit masing-masing satu ibu jari, daun melati muda lima lembar, daun bawang dua tangkai. Setelah dicuci, tumbuk semua bahan tersebut hingga halus. Tempelkan di ubun-ubun bayi.

6. Demam setelah nifas
Asam kawak satu jari, gula aren secukupnya. Asam dan gula aren diseduh dengan air panas dalam gelas. Setelah agak hangat minum. Minum dua kali masing-masing satu gelas sampai beberapa hari.

7. Ambeien
Asam kawak satu gram, daun keji beling dan meniran masing-masing enam gram, temulawak tiga gram. Setelah dibersihkan, rebus dengan seliter air, biarkan hingga menjadi setengahnya. Setelah dingin, minum tiga kali sehari.

8. Darah rendah
Asam kawak lima gram, bayam 250 gram, gula aren 10 gram, bawang merah 50 gram, cabai 15 gram, garam dapur tujuh gram. Bayam direbus, jangan terlalu masak. Semua bahan lainnya ditumbuk jadi satu menjadi sambal. Nasi beras merah, bayam, dan sambal digunakan sebagai santapan makan siang. Lakukan setiap hari sebagai lauk pauk.

9. Difteri
Asam jawa, lobak, bawang merah, kencur masing-masing lima gram, daun pepaya 10 gram. Selain asam, semua bahan ditumbuk diberi air kemudian diperas airnya. Tambahkan asam. Seduh dengan air panas. Aduk hingga merata. Selagi masih hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.

10. Disentri
Asam kawak lima gram, kunyit dan temulawak masing-masing 10 gram, madu murni satu sendok makan. Asam kawak, kunyit, dan temulawak ditumbuk jadi satu, beri air panas satu cangkir, peras, lalu saring. Tuangkan madu ke dalam perasan tersebut, aduk rata. Diminum sekaligus pada pagi hari.

11. Eksim
Asam jawa segenggam, umbi temu lawak satu buah, gula aren satu potong. Umbi temulawak ditumbuk, campur dengan asam dan gula. Rebus dengan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum sekali sehari. Lakukan dua hari sekali.kompas.com

11/08/2010

Laptop Bisa Ganggu Sperma

0 komentar
Ini adalah peringatan bagi para pria yang punya kebiasaan memangku laptop di atas paha. Penelitian para ahli yang dimuat jurnal Fertility and Sterility edisi November ini menyarankan agar para lelaki  menghindari kebiasaan menempatkan laptop di dekat organ vitalnya. Karena hal itu dapat memicu risiko timbulnya gangguan kesuburan.

Peneliti menjelaskan, penggunaan laptop dapat menjadi ancaman bagi produksi sperma karena suhu panas yang ditimbulkan oleh komputer jinjing dapat memicu naiknya temperatur pada skrotum atau kantong testis penghasil sel sperma.

Dalam risetnya, para peneliti mengukur suhu skrotum 29 relawan pria dengan menggunakan termometer. Para relawan ini diukur saat mereka menempatkan laptop di atas lututnya. Meski para relawan menggunakan sejenis alas untuk meredam suhu laptop, peneliti menemukan testikel para relawan mengalami peningkatan suhu yang cepat.

"Dalam 10 atau 15 menit temperatur skrotum sudah naik di atas level yang kami anggap aman. Tetapi, mereka tidak merasakannya," ungkap Dr Yefim Sheynkin, pakar urologi dari State University of New York.

Sheynkin menekankan, hasil pengujian ini tidak membuktikan kalau penggunaan  laptop dapat menurunkan kesuburan pria. Akan tetapi, hasil beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan, peningkatan suhu pada skrotum dapat menimbulkan sedikit kerusakan pada sperma.

Dalam pengukuran suhu skrotum ditemukan bahwa temperatur testis pria mengalami kenaikan hingga 2,5 derajat celsius setelah bekerja dengan  menempatkan komputer di atas paha.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa apabila seseorang menggunakan laptop lalu mereka akan menjadi mandul," ujar Sheynkin.

Namun, lanjutnya, dengan penggunaan yang cukup sering tentu dapat menimbulkan gangguan, sebab  "Skrotum tidak memiliki waktu untuk melakukan pendinginan."

Jika memang terbukti memengaruhi kesuburan, laptop sebaiknya dimasukkan dalam faktor gaya hidup lain—seperti diet, penggunaan obat-obatan, dan olahraga—yang harus dipelihara kaum pria untuk dapat mempertahankan sistem reproduksinya tetap sehat. Sheynkin menambahkan, penggunaan celana jins atau pakaian dalam yang ketat tidak  akan menimbulkan  menurunnya jumlah sel sperma pria. kompas.com

Kunci Panjang Umur Pria

0 komentar
Seks merupakan kebutuhan dasar setiap manusia.  Apabila kebutuhan seks ini dapat dipenuhi dengan baik, kehidupan pun akan lebih sehat dan membuat umur menjadi lebih panjang.

Kajian para ilmuwan di Italia menyebutkan, kehidupan seks yang sehat merupakan salah satu kunci bagi seorang pria untuk mencapai usia yang panjang.  Studi menunjukkan, seks  harmonis tidak hanya membuat Anda menjadi setia kepada pasangan, tetapi juga dapat menekan risiko mengidap penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Kesimpulan tersebut diungkapkan para pakar yang tergabung dalam Italian Society of Sexual Medicine yang menggelar konferensi tahunnan di kota Modena, Italia, baru-baru ini.

"Bukti dari riset ini adalah pria yang punya kehidupan seks aktif dan setia kepada pasangannya lebih jarang mengalami keluhan berkaitan dengan kardiovaskuler dan umurnya lebih panjang. Meningkanya aktivitas seksual memicu lebih banyak hormon testosteron yang berujung pada jarangnya depresi serta lebih baiknya kualitas kardiovaskuler, yang berarti metabolisme lebih  baik," ungkap seorang peneliti, Dr Emmanuele Jannini, dari Universitas  Florence.

Dr Jannini menambahkan, studi yang melibatkan 4.000 pria ini menunjukkan, mereka yang tidak setia pada pasangannya memiliki kualitas kardiovaskuler yang buruk.  Mereka juga harus berjuang mengatasi stres yang meningkat akibat pengkhianatan kepada pasangannya.

Riset juga mengungkapkan, buruknya kualitas kehidupan seksual  dapat memicu depresi.  Sementara itu,  meningkatnya kadar hormon testosteron saat melakukan aktivitas seksual bermanfaat bagi pria karena dapat membakar timbunan gula dan menurunkan risiko penyakit jantung.

"Mereka yang mengidap diabetes khususnya memperoleh manfaat dari kehidupan seks yang sehat. Melakukan seks secara aktif juga membantu mencegah gangguan prostat pada pria," ujarnya.

Testosteron adalah hormon yang penting dalam kehidupan seks seorang pria, selain juga merupakan sejenis anabolic steroid. Studi sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa seks bermanfaat bagi kesehatan dan kehidupan, selain dapat mencegah osteoporosis.

Dalam konferensi itu juga dibahas betapa kebiasaan menghabiskan waktu berbicara dengan ponsel berisiko mengganggu sperma dan meningkatkan risiko kemandulan pada pria.

Menurut kajian awal para ahli di Universitas La Sapienza di Roma dan Rumah Sakit Santa Maria Goretti di Latina,  "Ditemukan korelasi  antara penggunaan ponsel dan memburuknya mobilitas sperma."

"Gelombang (radiasi) tampaknya membuat sperma menjadi malas. Walau begitu, data penelitian ini masih sangat dini,dan kami akan memperhitungkannya dengan kehadiran faktor lain.  Mereka yang sering bicara di ponsel kerap mengalami stres berlebihan, atau apakah mereka juga lebih banyak merokok dan minum alkohol, dan hal itu dapat memengaruhi kualitas sperma," ujar Andrea Lenzi, Presiden Italian Society of Andrology and Sexual Medicine (SIAMS).

Riset yang dilakukan Lenzi dilakukan dengan memeriksa sperma pria yang menggunakan ponsel selama minimum setengah jam hingga empat jam dalam sehari. kompas.com

Piyu Padi Lelang "Istri" Rp 35 Juta

0 komentar
Jakarta - Untuk menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia Piyu Padi menggagas sebuah ide untuk membuat sebuah acara dengan melibatkan 30 gitaris yang diambil dari grup Blackberrynya.

Dalam acara yang digelar Jumat (5/11) malam juga diadakan lelang gitar milik Setiawan Djodi, Dewa Budjana dan Piyu Padi. Tujuan diadakan lelang sendiri agar semua gitaris bisa main dan ikut serta. Selain gitar mereka juga mengedarkan langsung kotak putih untuk donasi.

Dalam pelelangan gitar tersebut gitar Piyu Padi terjual dengan harga Rp35.000.000 dibeli oleh putra dari Sandriana Malakian, bernama Kalam. Piyu mengaku sangat bangga sekaligus haru dengan perhatian masyarakat, undangan dan tamu. Terlebih gitarnya bisa terjual dan bisa langsung disumbangkan.

"Bangga sekaligus haru, perhatian masyarakat, para undangan, tamu dan semuanya sangat luar biasa, gitar saya juga bisa terjual dengan maksimal dan bisa langsung disumbangkan," ujarnya saat ditemui di Bentara Budaya Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (5/11).

Piyu mengatakan bahwa gitar yang dibelinya di Hongkong yang dia lelangkan mempunyai nilai historis tersendiri. Menurut Piyu koleksi gitar yang dimilikinya termasuk yang dilelang diibaratkan sebagai istrinya, dia juga rela dan ikhlas memberikan gitar tersebut.

"Ikhlas sekali memberikan sesuatu yang saya cintai, semua gitar itu ibarat istri saya, saya cintai yang saya sangat sayang," paparnya.

Piyu berharap hasil penjualan gitarnya bisa bermanfaat untuk korban bencana alam yang membutuhkan. -kapanlagi.com-

11/07/2010

Tes Osis, Siswa Dipaksa Mengemis

0 komentar
TUBAN - SURYA- Aksi perpeloncoan terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Tuban. Dalam proses seleksi pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) periode 2010-2011 yang digabung dengan latihan dasar kepemimpinan (LDK) itu, para siswa kelas X dan XI diperintah seniornya menjadi pengemis di jalanan dan pasar, Minggu (31/10).

Beberapa di antara mereka hanya mengenakan jarik (selendang) sebagai penutup tubuh dan mengenakan ember plastik sebagai penutup kepala. Tak hanya itu, siswa-siswi itu juga hanya mengenakan satu sepatu sebagai alas kaki untuk berkeliling di jalanan di siang hari yang panas itu.

Busana semrawut itu dipadu dengan sobekan kardus bertuliskan nama mereka masing-masing yang digantung menggunakan tali di leher sampai ke dada. Itu pun bukan menggunakan nama asli peserta, melainkan memakai nama jajanan seperti Ote-ote, Tiwul, Telo, Jemblem, dan sebagainya.

Tugas dari para seniornya dengan dalih untuk melatih mental sebelum menjadi pengurus OSIS itu wajib dilakukan semua siswa yang ikut dalam acara tersebut. Dengan busana tidak karuan, mereka diminta jalan kaki, antara lain, melewati Jl dr Wahidin Sudirohusodo, Jl Parmuka, bahkan sampai ke Pasar Baru Tuban di Jl Mohammad Yamin.

Ironisnya, di sepanjang jalan itu para siswa diminta mengemis alias meminta barang atau uang kepada siapa saja yang mereka temui. “Selain disuruh meminta barang atau uang dan sebagainya, kita juga disuruh mencatat nama dan alamat orang yang kita temui,” kata Alfin, siswa kelas X SMKN I Tuban saat melintas di Jl Pramuka. Demikian halnya yang dilakukan siswa lainnya.

Siswa-siswi yang berpakaian aneh itu juga berkeliling di dalam Pasar Baru Tuban sambil menyanyi di pusat keramaian layaknya pengamen jalanan. Beberapa di antara mereka juga ada yang memijat sejumlah warga di dalam pasar demi memenuhi tugas para seniornya. “Saya pijat ya Pak, nggak apa-apa, yang penting saya nanti diberi sesuatu dan dikasih tahu nama serta alamatnya,” ujar siswa tersebut.

Hal sama dilakukan Dedi, siswa kelas XI. Ia mengaku disuruh seniornya untuk melakukan hal-hal aneh itu dengan dalih untuk mengetes atau menguji mentalnya sebelum menjadi pengurus OSIS. “Sebelumnya juga ada acara jurit malam pada Sabtu malam kemarin. Semua itu katanya untuk mengetes mental kami,” ujar Dedi.

Para pengguna jalan yang sempat bertemu dengan siswa-siswi tersebut mengaku prihatin dengan acara perpeloncoan tersebut. “Lha iya, zaman seperti ini kok masih ada model perpeloncoan seperti itu. Apa gurunya nggak kasihan,” ujar Muchlip, warga Kecamatan Montong setelah bertemu dengan salah satu siswa peserta di Jl Pramuka.

Diceritakan bapak satu anak ini, ada dua siswa peserta yang meminta sesuatu barang kepadanya. Karena tak membawa barang apa-apa, akhirnya kedua siswa itu diberinya uang receh Rp 200 untuk dibagi dua. “Katanya hanya sebagai syarat saja. Ya saya kasih uang recehan Rp 200. Tapi, sebelum pergi mereka juga mencatat nama saya beserta alamat lengkap,” ungkap lelaki bertubuh tambun ini.

Mengaku Tidak Tahu
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Darto selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN I Tuban mengaku tidak tahu permasalahan tersebut. Ia menuding semua itu merupakan kesalahan para siswa kelas XII sebagai panitia acara. “Memang ada acara tahunan di sekolah. Namun, kalau ada proses perpeloncoan seperti itu, saya belum tahu. Tapi, mungkin saja itu acara spontan para panitia,” dalihnya, Minggu (31/10).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diadakan sekolah. “Acaranya hanya dua hari, Sabtu dan Minggu. Tapi, semua ditangani para siswa kelas XII yang terbentuk dalam panitia. Jadi, saya kurang tahu detail tentang acaranya bagaimana,” ujar Darto.

Pihak sekolah, sambungnya, juga tak pernah mengizinkan jika ada perpeloncoan semacam itu. Ia berjanji, pihak sekolah akan melakukan evaluasi tahunan terkait masalah perpeloncoan yang dilakukan anak didiknya tersebut. “Kalau memang terjadi hal seperti itu, kita akan evaluasi,” sambung guru di sekolah rintisan bertaraf internasional (RSBI) ini.

Secara terpisah, Riza Shalahuddin Habibi selaku Ketua Forum Pengamat Pendidikan Tuban (FPPT) mengecam keras proses tes OSIS dan LDK yang dilakukan di SMKN 1 tersebut. “Kita mengecam keras aksi perpeloncoan terhadap siswa. Sebab, semua itu tidak akan memberikan manfaat untuk proses pendidikan siswa. Hal seperti itu justru akan meruntuhkan martabat dunia pendidikan,” kata Riza, Minggu (31/10).

Ditegaskan, aksi perpeloncoan terhadap peserta didik seperti ini jelas merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab, semua itu merupakan aksi merendahkan martabat peserta didik. “Alasan untuk menguji mental, menguji keberanian, atau sebagainya itu tetap saja harus memanusiakan manusia. Kalau dilakukan dengan cara merendahkan peserta didik, jelas pelanggaran HAM,” tukas pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) As Shomadiyah itu.

FPPT juga mendesak kepada Dinas Pendidikan supaya lebih pro aktif mengatasi segala masalah yang terjadi di dunia pendidikan di Tuban. Pasalnya, selama ini banyak masalah yang kurang ter-cover lantaran kurangnya kepedulian dari Dinas dalam memantau dan mengawasi kegiatan-kegiatan dan masalah yang terjadi di lingkup dunia pendidikan di Tuban.

“Menindaklanjuti permasalahan ini, kami juga akan meminta pertanggungjawaban pihak sekolah, dalam hal ini Kepala Sekolah ataupun pejabat di sekolah yang berwenang terhadap aksi perpeloncoan tersebut. Kenapa, aksi seperti ini bisa terjadi dan bisa diloloskan atau diizinkan oleh pihak sekolah,” janjinya.-emtovic-
http://www.surya.co.id/2010/11/01/tes-osis-siswa-dipaksa-jadi-pengemis.html

Merapi Muntahkan Harta RP 10 Triliun

0 komentar
Hingga hari ke-12, Sabtu (6/11), Gunung Merapi belum menyudahi aktivitasnya dan masih mengeluarkan awan panas (wedhus gembel). Namun, di balik semua bencana itu, Merapi juga bekerja menyiapkan rejeki baru. Ya, Merapi juga telah memuntahkan harta berupa material vulkanik senilai sedikitnya Rp 10 triliun. Sejak meletus, 26 Oktober, erupsi Merapi telah menewaskan sedikitnya 116 orang, 218 luka, dan memaksa sekitar 198.000 jiwa mengungsi. Namun bencana akibat letusan terdahsyat dalam 140 tahun terakhir itu juga membawa ‘berkah’.

Banjir lahar yang bersumber dari guguran material Merapi menjadi rejeki bagi warga bantaran Kali Code di Kledok Tukangan, Danurejan, Kota Jogjakarta. Haryanto, salah satu warga di kampung itu nekat melakukan aktivitasnya menambang pasir meski ancaman lahar dingin mengancam. Aktivitas menambang pasir juga dilakukan warga sekitar Muntilan di Sungai Pabelan, Magelang.

“Ini rejeki Merapi,” kata Haryanto yang ditemui sedang menambang pasir, Sabtu, (6/11). Selama dua jam dia bekerja secara tradisional menggunakan cangkul dan sekrop, dua gundukan pasir sudah berhasil ditambangnya. Dia mengaku sudah mendapat pesanan dari pengusaha pasir. Menurut Haryanto, pesanan pasir sudah datang karena pengusaha pasir tahu kualitas pasir Merapi setelah meletus sangat bagus. Kualitas satu. Harganya pun mahal.

Sejumlah hasil penelitian menyebut, pasir Merapi atau sering disebut pasir Muntilan mempunyai kadar lumpur hanya 3 persen. Padahal menurut Departemen Pekerjaan Umum pasir sudah disebut baik jika kadar lumpurnya 5 persen. Pasir Merapi memiliki angka kekekalan rata-rata 10 persen, sementara pasir pada umumnya memiliki angka kekekalan di atas 10 persen.

Untuk satu truk pasir, setara enam kubik pasir, Haryanto mendapat bayaran Rp 360.000. “Lumayan untuk menambah biaya hidup,” ujar pedagang di Pasar Beringharjo ini. Satu kubik pasir dihargai Rp 60.000 (di tingkat penambang). Dan sampai ke tangan konsumen, satu kubik pasir Merapi bisa terjual Rp 100.000.
Haryanto mengaku tak khawatir dengan kiriman banjir lahar dingin akan mencelakakan dirinya karena kedatangannya memiliki tanda-tanda. “Kalau pohon-pohon dan batu datang, itu berarti sebentar lagi akan datang kiriman lahar dingin,” kata dia.

Nah, begitu tanda-tanda itu muncul, maka dia langsung naik ke atas. Haryanto mengaku tahu ciri kedatangan banjir lahar dingin, setelah mengalami tiga kali letusan Merapi. “Jadi sudah hafal kedatangannya,” kata dia.
Pasir yang hanyut terbawa air itu, kata Haryanto, tak akan habis selama setahun. “Sebentar lagi warga di sini akan menambang, karena sudah mendapat pesanan,” ujarnya dilansir tempointeraktif.

Haryanto mengaku, petugas Camat sudah menginformasikan warga Kledok Tukangan untuk menjauhi bantaran sungai. Wali Kota Jogjakarta Herry Zudianto dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sri Sultan Hamengku Buwono X berkali-kali mengimbau agar warga menjauhi bantaran untuk menghindari ancaman banjir lahar dingin yang sewaktu-waktu akan datang. Toh, peringatan itu tak efektif untuk mencegah warga menambang.

Ungkapan Haryanto bahwa Merapi membawa rejeki –selain membawa bencana– juga pernah disampaikan Dr Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM. Menurutnya Merapi sedang bekerja menyiapkan rejeki baru untuk masyarakat.
“Merapi itu sedang membuat rejeki baru untuk masyarakat, nanti ada pasir baru untuk warga sekitar,” kata Surono yang saat ini akrab disapa Mbah Rono, Rabu (3/11).

Karena itu, Mbah Rono meminta masyarakat yang tinggal di lereng Merapi bersabar untuk sementara. Dia juga meminta agar masyarakat tidak hanya terus mengeluh dengan adanya aktivitas Merapi saat ini.
“Merapi kan selama ini lebih banyak memberi daripada meminta, saat ini dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengerti. Biarkan dulu Merapi membuat rejeki baru,” kata ayah dua putri ini.

Pria yang menyelesaikan doktor geofisikanya di Prancis ini mengatakan, Merapi masih mengeluarkan awan panas yang biasa disebut wedhus gembel. Awan panas itu memiliki suhu di atas 600 derajat celcius yang sangat berbahaya baik bagi manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
“Jadi lebih baik jeda dulu sebentar, jangan merasa mengungsi itu seperti diusir dan sebagainya. Ini demi kebaikan bersama,” kata pria 55 tahun ini.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Dr R Sukhyar, Sabtu (6/11), memperkirakan jumlah material vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi sejak 26 Oktober hingga 5 November telah mencapai sekitar 100 juta meter kubik. Material yang diantaranya berupa debu, pasir, kerikil, dan kerakal itulah yang nantinya terbawa air hujan menuju sedikitnya 13 sungai di sekitar Merapi. Merapi juga mengeluarkan gas dan awan panas (wedhus gembel). Kelak, setelah semua material Merapi sampai ke sungai, dan mulai ditambang, maka menjadi lahan rejeki baru bagi warga.

Dengan hitungan kasar, ada pasokan material baru dari Merapi sebanyak 100 juta meter kubik, maka belasan sungai di lereng Merapi diperkirakan menyimpan material (terutama pasir) senilai Rp 10 triliun. Itu dengan asumsi harga pasir Merapi satu meter kubik senilai Rp 100.000.

Namun, Sukhyar memperingatkan masyarakat sementara ini harus menjauhi bantaran sungai. Karena ancaman Gunung Merapi tidak hanya awan panas, tetapi juga banjir lahar apalagi saat terkena hujan yang cukup lebat di lereng gunung.

Sejumlah alur sungai yang perlu dihindari adalah Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Krasak, Kali Senowo, Kali Trising dan Kali Apu. Berdasarkan pengamatan di lapangan, endapan awan panas bisa mencapai jarak 12 km di Kali Boyong dengan ketebalan hingga 10 meter.

Sukhyar mengatakan, masyarakat agar terus waspada karena aktivitas Gunung Merapi masih tetap tinggi berdasarkan data pengamatan secara instrumental dengan menggunakan seismograf di BPPTK. “Fluktuasi Gunung Merapi masih cukup tinggi sehingga status Merapi masih tetap ‘Awas’ dan daerah terdampak juga masih tetap sama, yaitu radius 20 kilometer (km),” katanya.

Kampung Mati
Sementara itu tim gabungan relawan, TNI, dan SAR, Sabtu (6/11), kembali menyisir kawasan lereng Merapi untuk melakukan evakuasi tahap II pascaletusan, 4 November. Langkah ini diambil setelah beberapa saat menyaksikan aktivitas Merapi relatif tenang. Namun tim evakuasi kembali dikejar awan panas ketika mencoba melakukan evakuasi di kawasan hutan bambu di Desa Glagaharjo, Sleman. Tak ayal, mereka pun lari tunggang langgang.

Jumlah orang yang dilaporkan hilang kepada polisi jaga di ruang forensik RSU dr Sar­djito Jogjakarta, pascaletusan 4 November, mencapai 135 orang. Sementara korban meninggal menurut data unit forensik rumah sakit hingga siang kemarin mencapai 81 orang. Adapun korban luka mencapai 104 orang. Total korban tewas sejak Merapi meletus 26 Oktober menjadi 144 orang.

Dari jumlah korban meninggal pascaletusan 4 November, baru 13 yang berhasil diidentifikasi (termasuk seorang anggota polisi). Jenazah sulit dikenali karena hampir semua gosong dan banyak kulit korban saling menempel satu sama lain.

Di depan ruang forensik rumah sakit masih dibanjiri keluarga korban. Orang-orang yang mengadukan kehilangan anggota keluarganya terus berdatangan. Sukardi, 49, warga Dusun Gadingan, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Cangkringan, hingga kemarin belum menemukan anaknya yang bernama Taufik Arifin, 22. Saat Merapi meletus, Arifin sibuk mengantar keluarga ke pengungsian dengan sepeda.

Polisi melarang warga masuk wilayah perkampungan di kawasan bahaya Merapi. Bagi yang berkepentingan diberikan kesempatan dengan durasi waktu yang dibatasi. Pantauan Tribunnews (grup Surya), lalu lintas radius 20 kilometer dari puncak Merapi dijaga ketat polisi. Warga yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Bahkan, banyak pengguna jalan yang membatalkan perjalanan dan kembali ke bawah, atau ke arah Jogjakarta.

Abu vulkanik masih tebal menyelimuti semua perkampungan di kawasan lereng Merapi. Tidak ada aktivitas orang karena hampir semuanya mengungsi. Praktis, perkampungan di lereng Merapi seperti kampung mati. -surya.co.id-
http://www.surya.co.id/2010/11/07/merapi-muntahkan-harta-rp-10-triliun.html

9/17/2010

Contoh Kecil saat Alam Mengamuk

0 komentar

Air dan angin merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, ketika keduanya mengamuk, maka musibahlah yang sedang menyapa kita. Di Bojonegoro, beberapa hari lalu alam memberi contoh kecil bagaimana jadinya saat ia mengamuk.

Hujan deras bercampur angin kencang memporak-porandakan sejumlah permukiman penduduk. Jerit tangispun bercampur menjadi satu dengan suara gemuruh kemarahan putting beliung yang sedang menyapa Ledok Kulon dan Desa Banjarrejo, Kecamatan Kota; Desa Sranak, Kecamatan Trucuk; dan Desa Tumbras, Kecamatan Kedungadem, Minggu (13/9/2010).

Dua rumah roboh di Keluarhan Ledok Kulon, bangungan SDN II Banjarejo, Bojonegoro rusak parah, dan puting beliung juga menerjang gedung SDN Tumbrasanom, di Kecamatan Kedungadem. “Ada enam ruang kelas di sekolahan ini ambruk setelah disapu angin. Paling parah adalah ruang kelas V,” kata Camat Kedungadem, Ali Mahmudi sesaat setelah kejadian.

Selain itu, puluhan rumah warga di empat desa tersebut juga kebanyakan mengalami rusak di bagian atapnya. Di Kelurahan Ledok Kulon ada empat rumah yang atapnya porak-poranda. Yakni rumah milik Kusno, Jalidin, Sukimin, dan Salim. Dan di Desa Sranak, sedikitnya ada 60 rumah warga yang juga rusak parah di bagian atapnya setelah terhempas angin.

Jika dibandingkan dengan bencana alam lain yang terjadi selama ini, kejadian ini bisa dibilang merupakan bencana kecil akibat kemarahan alam. Namun, paling tidak kita mendapat pelajaran penting bahwa apa yang setiap saat kita rasakan kenikmatanya itu sewaktu-waktu bisa berubah menjadi petaka. –emtovic-