skip to main | skip to sidebar
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

11/17/2010

Bahaya Daging Kurban Dibungkus Kresek Hitam

0 komentar

Ada bahaya lain mengancam daging kurban. Selain ancaman penyakit anthraks, pemakaian kantong plastik kresek berwarna hitam yang biasa digunakan untuk membungkus daging kurban saat Hari Raya Idul Adha.
Dibalik sifatnya yang murah dan praktis, kantong plastik kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan yang ada di dalamnya.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), mengimbau masyarakat yang merayakan Idul Adha dengan berkurban, agar daging kurban tidak dimasukan dalam kantong plastik kresek berwarna hitam.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB,  Yusuf Ridwan, menyatakan, kantong plastik kresek berwarna hitam mengandung zat karsinogen dan zat pewarna yang bisa tercampur dengan daging. Akibat kontaminasi zat ini dapat menyebabkan kanker dalam waktu lama. "Untuk itu, penyebaran daging, lebih baik menggunakan kantong putih atau transparan," ungkapnya Selasa 16 November 2010.

Sebelumnya, Pusat Data dan Informasi Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSSI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak menggunakan tas kresek berwarna untuk membungkus makanan siap santap.

Hasil penelitian BPOM, tas plastik khususnya berwarna hitam merupakan produk daur ulang yang berbahaya. Saat proses daur ulang,  tidak diketahui riwayat kantong kresek itu sebelumnya. Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan dan manusia, atau limbah logam berat. Dalam proses daur ulang itu juga diketahui menggunakan berbagai bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
BPOM telah meminta masyarakat agar tidak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap.  Bahan kimia plastik yang ada pada kantong plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak.
Sejatinya, penggunaan kantong plastik hitam sejak dulu dibatasi. Seluruh peritel juga diminta untuk mengurangi pembungkus hasil daur ulang ini untuk setiap kegiatannya. Proses sosialisai telah dilakukan Pemerintah DKI Jakarta agar warga memahami bahwa kantong plastik merupakan polutan yang sangat merusak, meksi sifatnya dalam jangka panjang.

Pada pertengan tahun ini, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, telah mengimbau kepada warga untuk mulai mengurangi pemakaian kantong plastik.

Kontrol terhadap masyarakat bersama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan LSM pecinta lingkungan telah dilakukan.

Pengawasan mulai dari sumbernya seperti pabrik hingga departemen store sebagai pengguna kantong plastik kepada konsumennya akan segera dilakukan. Sudah puluhan peritel berkomitmen untuk mendukung program 'Jakarta Bebas Kantong Plastik' pada 2011 mendatang.

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta juga sudah menyiapkan solusi pengganti kantong plastik, yaitu berupa kantong baru yang terbuat dari bahan baku yang mudah terurai. Bahkan untuk mendukung program pengurangan kantong platik, Pemerintah DKI Jakarta sedang menyiapkan Peraturan Gubenur (Pergub). Sayangnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya penggunaan kantong kresek hitam ini.vivanews.com/foto:google.com

11/07/2010

Rp 20 Triliun, Beaya Proyek Blok Cepu

0 komentar
TUBAN - Sejumlah proyek Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, yang pelaksanaannya dijadwalkan awal 2011, diperkirakan menelan dana mencapai Rp 20 triliun.  “Tahapan pelaksanaan lelang sudah rampung, dan akhir tahun ini diumumkan pemenangnya,” kata External Relation Manager Mobil Cepu Limited (MCL), Deddy Afidick, di Bojonegoro, Senin (8/11/2010).

Dia mengungkapkan, sejumlah proyek tersebut yaitu pembangunan central procecing facilitied (CPF) dan tapak-tapak sumur di kawasan Blok Cepu di Kecamatan Ngasem dan sekitarnya.

Selain itu, pembangunan pipa distribusi minyak 20 inchi sepanjang 72 kilometer, mulai lapangan minyak Banyu Urip Blok Cepu di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem hingga lepas pantai laut Jawa di Tuban.

Paket lainnya berupa pembangunan jaringan pipa distribusi bawah laut 20 ici dari tepi pantai menuju tengah laut sepanjang 23 kilometer, yang juga dilengkapi dengan pembangunan menara tambat (mooring tower).  “Penentuan pemenang tender melibatkan semua pihak,” katanya mengungkapkan.

Masih satu paket, di tengah laut juga dibangun tempat penampungan minyak yang disebut floating storage and ofloading (FSO) yang berfungsi menampung dan memuat minyak ke kapal tanker. Diperkirakan FSO mampu menampung minyak, sekitar dua juta barel.

Selain juga sejumlah proyek penunjang migas Blok Cepu yang tidak kalah penting, di antaranya pekerjaan sipil dan infrastruktur pendukung yang disebut engineering procurement and construction (EPC).

Deddy mengatakan, sejumlah proyek Blok Cepu yang dijadwalkan dilaksanakan awal 2011 tersebut, paling cepat dalam dua tahun rampung. Sejumlah proyek Blok Cepu tersebut, merupakan pendukung produksi puncak minyak Blok Cepu sebesar 165 ribu barel yang diproyeksikan bisa direalisasikan pada tahun 2013 dari lapangan minyak Blok Cepu di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya, terutama di Kecamatan Ngasem. -surya.co.id-
http://www.surya.co.id/2010/11/08/rp-20-triliun-beaya-proyek-blok-cepu.html