skip to main | skip to sidebar
Tampilkan postingan dengan label seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seks. Tampilkan semua postingan

9/11/2011

Biarlah Suami ‘Selingkuh’ dengan Bola

0 komentar
Kegemaran pria menyaksikan pertandingan sepakbola kerap memicu masalah dalam hubungan. Melihat pasangannya asyik mengikuti jalannya pertandingan, banyak wanita merasa kalah atau bahkan kehilangan perhatian. 

Dr Marianne Brandon, pakar hubungan dan penulis buku 'Monogamy: The Untold Story (Sex, Love, and Psychology)', mengatakan bahwa wanita justru dapat mengambil sisi positif dari kegemaran pasangan menyaksikan sepakbola. Saat pasangan asyik dengan hobinya, wanita bisa memanfaatkannya untuk memanjakan diri sendiri. 

Seperti dilansir dari genConnect.com, Marianne mengingatkan pentingnya menikmati waktu untuk diri sendiri meski sudah berpasangan. Jika ada pasangan yang menganggap waktu menyendiri ini sebagai kendala yang mengganggu hubungan, pemikiran itu justru akan menjadi bumerang. 

Melarang pasangan menikmati kesenangan pribadi lambat laun akan menghilangkan identitasnya. Setiap pasangan tetap membutuhkan jarak demi keseimbangan hubungan. Jadi, saat pasangan asyik menonton laga kesebelasan favoritnya, gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal yang Anda sukai. 

Cobalah untuk mengerti kecintaannya terhadap sepak bola. Pria menganggap olahraga yang kompetitif sebagai cerminan dari dorongan kompetitif yang mereka alami. Hal ini juga memberi mereka rasa memiliki kelompok yang sangat penting bagi manusia. 

Yang menyenangkan, kemenangan tim favoritnya dapat memberikan dorongan testosteron. Jadi, cobalah untuk sedikit menikmati kecintaannya. Namun, jika Anda sudah tidak dapat mentolerir kebiasaannya, diskusikan secara baik-baik apa yang Anda rasakan agar ia pun mengerti apa yang Anda inginkan.vivanews

11/10/2010

Seputar Seksualitas Pria

0 komentar
Berbagai informasi seputar seksualitas pria berkembang di masyarakat. Informasi itu tersebar secara berantai tanpa jelas asal mulanya, yang pada akhirnya dianggap sebagai satu pembenaran.

Ada baiknya Anda mengetahui fakta-fakta seputar seksualitas pria, yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut delapan fakta seks pada pria, seperti dikutip dari Fox News.

1. Sperma terjebak
Tidak semua sperma langsung mencapai telur sekaligus. Ada sperma yang tersimpan di dalam saluran vagina. Beberapa sperma yang terperangkap biasanya mengental atau menggumpal. Namun, enzim dapat mencairan gumpalan sperma itu sehingga membuatnya bisa bebas berenang menuju sistem reproduksi wanita.

2. Oksitosin pada pria
Level hormon oksitosin selama ini diketahui memengaruhi wanita saat bercinta dan menyusui. Hormon inilah yang membuat wanita suka bermesraan dan menimbulkan rasa sayang. Tapi, hormon ini juga memengaruhi pria. Peneliti asal Swiss menemukan oksitosin berhubungan dengan peningkatan rasa percaya diri pada pria.

3. Level testosteron tinggi bisa berdampak negatif
Selama ini level testosteron tinggi dianggap positif karena meningkatkan hasrat seksual pria. Dari hasil penelitian lanjutan, level testosteron yang tinggi membuat pria cenderung kasar dan memicu perceraian.

4. Meninggal saat berhubungan seks
Ada pola unik yang ditemukan dalam penelitian tahun 1975, soal kematian saat berhubungan seksual. Pria yang meninggal saat berhubungan seksual cenderung sedang berselingkuh dan sudah menikah. Kematian juga terjadi biasanya setelah mengonsumsi alkohol.

5. Orgasme cegah kanker payudara pria
Penelitian yang dilakukan di Yunani menunjukkan frekuensi orgasme pada pria dewasa berpengaruh pada risiko kanker payudara pria. Pria yang menderita kanker payudara cenderung jarang mengalami orgasme.

6. Ukuran alat vital pria bisa dilihat dari jarinya
Penelitian yang dilakukan tim dari University of Liverpool, Inggris, menunjukan bahwa jika pria yang jari manisnya lebih panjang dari jari telunjuk, memiliki level testosteron yang sehat. Tetapi, jika ukuran jari manis sama atau lebih kecil dari jari telunjuk, level testosteronnya rendah dan dapat diperkirakan panjang organ vitalnya seukuran jari manisnya.

7. Pria lebih cepat jatuh cinta
Pria lebih sulit terkontrol saat ia melihat wanita yang menarik. Pria bisa saja baru sekilas melihat wajah seorang wanita dan langsung jatuh cinta, kata seorang peneliti, Dr Helen Fisher.

8. Keluarga memengaruhi testosteron
Menurut penelitian tim dari Mayo Clinic pada 2001, saat pria sangat akrab dengan keluarganya, level testosteronnya akan menurun. Pengalaman sebagai ayah akan membuat level testosteron pria menurun terutama ketika ia menggendong bayi.vivanews.com

Nyalakan Gairah Bercinta Dengan Tertawa

0 komentar
Agar suasana bercinta menjadi lebih hangat dan bergairah, jangan selalu mengandalkan makanan afrodisiak atau pakaian seksi. Ada cara lain agar Anda dan pasangan makin intim. Caranya, menciptakan suasana penuh tawa di ranjang. Lewat tertawa, anda berdua dapat membuat suasana bercinta menjadi lebih bergairah daripada biasanya.  

"Tertawa bukan berarti Anda harus seperti badut atau pelawak. Ide utamanya adalah membuat seks seperti sebuah perjalanan penuh tantangan dan imajinasi. Cobalah untuk lebih kreatif," kata Dr. Prakash Kothari, salah satu seksolog terkenal India, seperti dikutip dari Idiva.com.

Tertawa, menurut penelitian bisa meningkatkan perasaan menjadi lebih intim. Untuk bisa menimbulkan suasana ceria, Anda dan pasangan memang harus lebih relaks. Triknya adalah coba saling lontarkan lelucon atau bermain permainan sensual di tempat tidur.

Tidak perlu khawatir terlihat konyol, justru ketika suasana menjadi penuh tawa Anda dan pasangan akan menjadi lebih relaks. Tertawa juga membuat aliran darah menjadi lebih lancar, sehingga Anda dan pasangan menjadi lebih mudah bergairah. Vivanews.com

11/08/2010

Berapa Kali 'ML' Ideal Dalam Seminggu ?

0 komentar
TANYA :
Dok saya  ingin bertanya, apakah ada patokan berapa kali sebaiknya melakukan hubungan suami istri dalam kurun waktu satu minggu?

Bagaimana dampak pada psikis maupun emosional pasangan jika salah satu tidak mood melakukannya, misalnya dikarenakan faktor kelelahan sehabis bekerja. Atas saran dan jawabannya saya sampaikan terima kasih....

Ika ,29, Jakarta


JAWAB :

Frekuensi hubungan seksual seharusnya didasarkan pada kesepakatan bersama pasangan. Karena itu sebaiknya tidak ditentukan harus berapa kali seminggu.
Berapa kali pun seminggu tidaklah menjadi masalah asal memenuhi ketiga syarat berikut.

Pertama, dikehendaki bersama. Kedua, menyenangkan kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik fisik maupun psikis.

Jadi, kalau tidak memenuhi syarat tersebut seharusnya hubungan seksual tidak dilakukan. Memaksakan hubungan seksual ketika pasangan tidak menghendaki dapat menimbulkan akibat buruk bagi kehidupan seksualnya kemudian.

Frekuensi hubungan seksual ditentukan oleh dorongan seksual, keadaan kesehatan tubuh secara umum, pengalaman seksual sebelumnya, dan ada tidaknya hambatan psikis.

Kalau faktor tersebut mendukung, maka frekuensi hubungan seksual menjadi sering. Sebaliknya kalau faktor tersebut menghambat, maka frekuensi menjadi jarang. kompas.com

Ketagihan Onani, Apa Dampaknya ?

0 komentar
Onani merupakan salah satu perilaku seksual yang sering dilakukan bila seseorang tidak mampu menahan dorongan seksualnya. Karena kurangnya informasi, ada banyak mitos salah yang beredar mengenai onani dan masturbasi. Salah satunya menyebutkan bahwa perilaku seksual ini menyebabkan kemandulan.

Apabila onani menjadi kebiasaan dan dilakukan cukup sering, maka hal itu memang akan berakibat pada kemandulan sementara. Menurut dr Maya Trisiswati, agar dapat membuahi sel telur, sel sperma perlu dimatangkan terlebih dahulu.

"Butuh 72 jam bagi sel sperma untuk matang. Jika sering-sering dikeluarkan lewat onani, maka spermanya tidak bisa matang dan tidak bisa membuahi," kata dokter yang menjadi Kadiv Akses dan Layanan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Karena itu, bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya onani ataupun hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan setiap hari supaya sel sperma bisa matang.

Ia menambahkan, secara medis tidak ada dampak buruk dari melakukan onani. "Sepanjang dilakukan dengan tangan yang bersih dan tanpa alat, boleh-boleh saja melakukan onani atau masturbasi. Ini lebih sehat daripada berganti-ganti pasangan," urainya dalam sebuah acara lokakarya mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, beberapa waktu lalu di Bandung.

Meski tidak berdampak secara medis, dr Maya mengingatkan dampak psikologis dari kebiasaan melakukan onani. Bila menjadi kebiasaan dan kemudian ketergantungan, perilaku ini bisa memengaruhi perkembangan otak. "Yang akan berkembang pesat adalah otak yang mengarah pada kesenangan sehingga bisa mengarah pada perilaku obsesif kompulsif," katanya.

Terlalu sering melakukan onani atau masturbasi juga menunjukkan ketidakmampuan kita mengendalikan dorongan seksual, yang berarti pikiran kita lebih banyak dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat erotis. kompas.com

Laptop Bisa Ganggu Sperma

0 komentar
Ini adalah peringatan bagi para pria yang punya kebiasaan memangku laptop di atas paha. Penelitian para ahli yang dimuat jurnal Fertility and Sterility edisi November ini menyarankan agar para lelaki  menghindari kebiasaan menempatkan laptop di dekat organ vitalnya. Karena hal itu dapat memicu risiko timbulnya gangguan kesuburan.

Peneliti menjelaskan, penggunaan laptop dapat menjadi ancaman bagi produksi sperma karena suhu panas yang ditimbulkan oleh komputer jinjing dapat memicu naiknya temperatur pada skrotum atau kantong testis penghasil sel sperma.

Dalam risetnya, para peneliti mengukur suhu skrotum 29 relawan pria dengan menggunakan termometer. Para relawan ini diukur saat mereka menempatkan laptop di atas lututnya. Meski para relawan menggunakan sejenis alas untuk meredam suhu laptop, peneliti menemukan testikel para relawan mengalami peningkatan suhu yang cepat.

"Dalam 10 atau 15 menit temperatur skrotum sudah naik di atas level yang kami anggap aman. Tetapi, mereka tidak merasakannya," ungkap Dr Yefim Sheynkin, pakar urologi dari State University of New York.

Sheynkin menekankan, hasil pengujian ini tidak membuktikan kalau penggunaan  laptop dapat menurunkan kesuburan pria. Akan tetapi, hasil beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan, peningkatan suhu pada skrotum dapat menimbulkan sedikit kerusakan pada sperma.

Dalam pengukuran suhu skrotum ditemukan bahwa temperatur testis pria mengalami kenaikan hingga 2,5 derajat celsius setelah bekerja dengan  menempatkan komputer di atas paha.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa apabila seseorang menggunakan laptop lalu mereka akan menjadi mandul," ujar Sheynkin.

Namun, lanjutnya, dengan penggunaan yang cukup sering tentu dapat menimbulkan gangguan, sebab  "Skrotum tidak memiliki waktu untuk melakukan pendinginan."

Jika memang terbukti memengaruhi kesuburan, laptop sebaiknya dimasukkan dalam faktor gaya hidup lain—seperti diet, penggunaan obat-obatan, dan olahraga—yang harus dipelihara kaum pria untuk dapat mempertahankan sistem reproduksinya tetap sehat. Sheynkin menambahkan, penggunaan celana jins atau pakaian dalam yang ketat tidak  akan menimbulkan  menurunnya jumlah sel sperma pria. kompas.com

Kunci Panjang Umur Pria

0 komentar
Seks merupakan kebutuhan dasar setiap manusia.  Apabila kebutuhan seks ini dapat dipenuhi dengan baik, kehidupan pun akan lebih sehat dan membuat umur menjadi lebih panjang.

Kajian para ilmuwan di Italia menyebutkan, kehidupan seks yang sehat merupakan salah satu kunci bagi seorang pria untuk mencapai usia yang panjang.  Studi menunjukkan, seks  harmonis tidak hanya membuat Anda menjadi setia kepada pasangan, tetapi juga dapat menekan risiko mengidap penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Kesimpulan tersebut diungkapkan para pakar yang tergabung dalam Italian Society of Sexual Medicine yang menggelar konferensi tahunnan di kota Modena, Italia, baru-baru ini.

"Bukti dari riset ini adalah pria yang punya kehidupan seks aktif dan setia kepada pasangannya lebih jarang mengalami keluhan berkaitan dengan kardiovaskuler dan umurnya lebih panjang. Meningkanya aktivitas seksual memicu lebih banyak hormon testosteron yang berujung pada jarangnya depresi serta lebih baiknya kualitas kardiovaskuler, yang berarti metabolisme lebih  baik," ungkap seorang peneliti, Dr Emmanuele Jannini, dari Universitas  Florence.

Dr Jannini menambahkan, studi yang melibatkan 4.000 pria ini menunjukkan, mereka yang tidak setia pada pasangannya memiliki kualitas kardiovaskuler yang buruk.  Mereka juga harus berjuang mengatasi stres yang meningkat akibat pengkhianatan kepada pasangannya.

Riset juga mengungkapkan, buruknya kualitas kehidupan seksual  dapat memicu depresi.  Sementara itu,  meningkatnya kadar hormon testosteron saat melakukan aktivitas seksual bermanfaat bagi pria karena dapat membakar timbunan gula dan menurunkan risiko penyakit jantung.

"Mereka yang mengidap diabetes khususnya memperoleh manfaat dari kehidupan seks yang sehat. Melakukan seks secara aktif juga membantu mencegah gangguan prostat pada pria," ujarnya.

Testosteron adalah hormon yang penting dalam kehidupan seks seorang pria, selain juga merupakan sejenis anabolic steroid. Studi sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa seks bermanfaat bagi kesehatan dan kehidupan, selain dapat mencegah osteoporosis.

Dalam konferensi itu juga dibahas betapa kebiasaan menghabiskan waktu berbicara dengan ponsel berisiko mengganggu sperma dan meningkatkan risiko kemandulan pada pria.

Menurut kajian awal para ahli di Universitas La Sapienza di Roma dan Rumah Sakit Santa Maria Goretti di Latina,  "Ditemukan korelasi  antara penggunaan ponsel dan memburuknya mobilitas sperma."

"Gelombang (radiasi) tampaknya membuat sperma menjadi malas. Walau begitu, data penelitian ini masih sangat dini,dan kami akan memperhitungkannya dengan kehadiran faktor lain.  Mereka yang sering bicara di ponsel kerap mengalami stres berlebihan, atau apakah mereka juga lebih banyak merokok dan minum alkohol, dan hal itu dapat memengaruhi kualitas sperma," ujar Andrea Lenzi, Presiden Italian Society of Andrology and Sexual Medicine (SIAMS).

Riset yang dilakukan Lenzi dilakukan dengan memeriksa sperma pria yang menggunakan ponsel selama minimum setengah jam hingga empat jam dalam sehari. kompas.com