skip to main | skip to sidebar

9/09/2011

Kiai Mancung, Tradisi Sedekah Laut di Pesisir Tuban

0 komentar
Satu tradisi yang masih dilestarikan warga pesisir Kota Tuban hingga saat ini adalah ritual Kiai Mancung. Sebuah kegiatan sedekah laut dengan cara menancapkan kepala Kerbabau di atas cagak kayu di pinggir pantai tempat sejumlah perahu nelayan bersandar.

 Puluhan nelayan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota, Tuban berkumpul di pinggiran pantai yang terletak di utara pusat Kota Tuban. Mereka nampak serius mengamati tiga orang sesepuh nelayan sedang membersihkan kepala Sapi yang sudah terpotong dengan air yang dicampur kembang dan wewangian. Ternyata, kegiatan ini merupakan awal dilaksanakanya ritual Kiai Mancung, sebutan warga untuk acara sedekah laut yang dilaksanakan setiap tahun.               

Diakui sejumah warga, traidisi peninggalan leluhur yang diyakini untuk penolak balak dan kelanggengan sumber pencaharian nelayan ini sudah banyak mengalami pergeseran. “Kalau dulu, ritual ini dilaksanakan setiap hari Rabu Pon bulan Rojab setiap tahun. Dan yang dipancung adalah kepala Kerbau, bukan Sapi,” kata Sutaim, 60, sesepuh nelayan Karangsari.

Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan sedekah laut tahun ini para nelayan di sana baru bisa melaksanakanya pada bulan Syawal. Hal ini lantaran pendapatan nelayan sudah banyak berkurang sehingga mereka merasa kekurangan dana untuk urunan guna pelaksanaan sedekah laut. Bahkan, gara-gara minimnya dana yang ada, beberapa waktu lalu sempat diputuskan untuk tidak melaksanakan ritual ini.

Namun, acara ritual ini tetap dilaksanakan atas desakan sejumlah sesepuh kampung yang telah mengalami berbagai kejanggalan saat melaut. “Memang, awalnya sudah mau kita tiadakan, tapi para sesepuh melihat ada keanehan saat melaut. Seperti melihat pertanda bahwa ada permintaan makanan,” terang Abdul Muin, coordinator acara ini. “Karena itu, kita putuskan untuk segera melaksanakan acara ini meski dibilang terlambat,” sambungnya di sela acara.

Diceritakanya, acara Kiai Pancung ini berlangsung selama dua hari dengan diawali pemotongan kepala Kerbau, melekan sampai pagi dan acara larung sesaji pada keesokan harinya. Tapi dengan keterbatasan dana yang ada, pihak panitia memutuskan untuk mengganti kepala Kerbau dengan kepala Sapi. “Yang penting niatnya,” ujar Muin.

Usai dibersihkan dengan air yang dicampur kembang, kepala sapi tersebut diarak keliling kampong di sepanjang pesisir. Selanjutnya, dua orang sesepuh  nelayan membakar menyan, memasang kembang-kembangan dan minyak serimpi di pinggir laut kemudian dilanjutkan dengan penancapan kepala sapi menghadap ke laut di atas tiang yang sudah disediakan. Kepala sapi ini dibiarkan di tempat pemancungan sampai hancur dan hilang dengan sendirinya.

Setelah itu, malam hari tadi para nelayan berkkumpul di pinggir pantai untuk begadang bersama sampai pagi. Dan puncaknya, pada Rabu pagi ini semua nelayan libur melaut untuk melaksanakan ritual bersama. Yakni, melaksanakan larung sesaji yang terbuat dari sejumlah panganan, kembang-kembang dan sebagainya. “Semua ini kita yakini bisa menjadi tolak balak dan melancarkan kegiatan di laut yang merupakan mata pencaharian para nelayan,” sambungnya.emtovic

9/08/2011

Mayat Wanita Berjibab di Terminal Wisata

0 komentar

Tuban – Sesosok wanita berusia sekitar 40 tahun ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir pantai Terminal Wisata Tuban, Kamis (8/9) sore. Ketika ditemukan oleh sejumlah warga, mayat wanita itu masih mengenakan pakaian lengkap, termasuk jilbab warna merah dan baju terusan kombinasi merah dan hitam yang dikenakannya.

Warga yang mengetahui ada mayat tergeletak di pinggir pantai itu langsung melapor ke pihak kepolisian. Dan tak sampai lama, petugas yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tuban AKBP Nyoman Lastika tiba di lokasi kejadian. Saat diperiksa, jenazah korban masih utuh. Hanya nampak perut yang membuncit lantaran kemasukan air laut dan hanya terdapat beberapa luka ringan di bagian wajahnya.

Menurut Nyoman, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada dugaan bahwa wanita malang tersebut merupakan korban pembunuhan.  “Dari luka yang ada, kemungkinan kuat korban tewas akibat terjatuh atau sebagainya. Tapi, tanda-tanda yang mengarah ke pembunuhan belum ditemukan,” terang Kapolres Nyoman di lokasi kejadian.

Selanjutnya, jenazah wanita berjilbab tersebut dimasukkan dalam kantong mayat dan dilarikan ke kamar jenazah RSUD dr R Koesma Tuban. “Kita masih butuh pemeriksaan medis terlebih dulu untuk menyimpulkan kejadian ini. Termasuk juga mencari keterangan dari sejumlah saksi guna menemukan identitas korban,” sambung Nyoman.

Sejumlah warga yang berkerumun di lokasi kejadian juga mengaku tidak ada yang kenal dengan wajah perempuan yang terbujur kaku tersebut. “Saya kira bukan warga sini. Soalnya, semua warga di sekitar mengaku tidak ada yang kenal dengan perempuan tersebut,” jawab Ari, salah satu warga di lokasi kejadian.emtovic

Sampah TPA Dipindah ke Kampung

0 komentar
Tuban – Tiga minggu belakangan, ribuan kubik sampah terlihat berserakan di beberapa lahan kosong di Dusun Dondong, Desa Gedungombo, Kecamatan Semanding, Tuban. Sampah-sampah itu berasal dari TPA (Tempat Pengolahan Akhir) sampah milik Pemkab Tuban di desa setempat yang sengaja dipindahkan ke kampung dengan dalih untuk digunakan pupuk kompos.

Pantaun di lokasi, Kamis (8/9) siang, ada tiga lahan kosong dengan luas ratusan meter yang digunakan untuk menumpuk sampah. Tak tanggung-tanggung, tumpukan sampah itu tingginya ada yang lebih dari satu meter. Dan diperkirakan, volumenya pun mencapai ribuan kubik sampah basah dan kering dengan berbagai jenis. Lokasi penumpukan sampah di lahan-lahan kosong diantara rumah-rumah penduduk ini berjarak hanya beberapa puluh meter dari TPA yang terletak di sebelah utara perkampungan.

Di salah satu lokasi, nampak seorang pekerja berusaha meratakan sampah di lahan kosong menggunakan alat berat. Sementara di rumah-rumah penduduk, terlihat sejumlah ibu-ibu dan beberapa anak bermain di halaman. Bau busuk dari tumpukan ribuan kubik sampah yang menyengat, ditambah banyaknya lalat berkeliaran memaksa mereka harus ekstra sabar untuk tetap bertahan di kampung yang sudah puluhan tahun ditinggalinya.

Susi Ernawati (23), ibu rumah tangga yang rumahnya berdampingan lansung dengan salah satu lokasi penumpukan sampah di Dusun Dondong mengaku sudah hampir tidak kuat dengan kondisi ini. Saban hari, ia dan keluarga harus menahan bau tidak sedap sampah yang ada di samping rumahnya. “Tapi mau bagaimana lagi, wong kita memang sehari-hari tinggal di sini,” kata ibu dua anak tersebut.

Diceritakannya, sampah-sampah itu mulai dikeluarkan dari TPA menggunakan truk dan ditumpuk di lahan dekat rumahnya sejak sekitar tiga minggu lalu. Dirinya dan keluargapun diberitahu oleh pihak RT baru setelah sampah tersebut menumpuk di dekat rumahnya. Dan sejak saat itu, ia bersama keluarga dan puluhan warga lain harus mencium bau tidak sedap sepanjang waktu. “Setelah ada banyak tumpukan sampah, kami baru diberi tahu. Katanya, sampah-sampah ini akan digunakan pupuk,” ujarnya.

Akibat bau tidak sedap, banyak warga yang sampai mual dan pusing. Bahkan, tak sedikit yang sampai muntah-muntah. Selain itu, sepanjang waktu juga banyak sekali lalat yang berkeliaran di kampung. Tentunya, kondisi tersebut sangat tidak nyaman dirasakan oleh siapapun.

Beberapa warga lain yang ditanya tentang kondisi ini juga membenarkan bahwa mereka diberitahu bahwa sampah-sampah itu ditumpuk di sana untuk digunakan pupuk. Namun, seperti apa kejelasan dari proses pemindahan sampah dari TPA ke permukiman penduduk tersebut, mereka mengaku sama sekali kurang paham.

Terpisah, Rustomo selaku Kasi Kebersihan dan Persampahan, Bidang Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Tuban menyampakan bahwa sebagaimana ketentuan yang ada memang tidak diperbolehkan untuk memindahkan sampah dari TPA ke permukiman penduduk. Namun, terkait kondisi di Dusun Dondong, pihaknya juga berdalih bahwa sampah-sampah itu dipindah untuk dijadikan pupuk. “Pemindihan itu atas permintaan beberapa warga yang akan menggunakan pupuk. Namun, kita akan evaluasi lagi hal itu jika ada warga lain yang mengeluh,” jawabnya.

Menurutnya, ada sekitar 5 orang warga yang meminta sampah itu dipindah ke lahan mereka dengan alasan untuk dijadikan pupuk. Anehnya, meski tahu bahwa hal itu tidak diperbolehkan, Pemkab tetap memperbolehkan pemindahan sampah dari TPA ke permukiman penduduk.

Terkait keberadaan TPA sendiri, Rustomo menjelaskan bahwa TPA Tuban luasnya hanya sekitar 2 hektar. Dimana, kapasitas itu dianggap tidak mampu untuk menampung sampah yang saban hari masuk dengan volume sekitar 160 sampai 170 kubik. “Di daerah mana-mana, masalah sampah memang sulit untuk diatasi. Banyangkan saja, warga mana yang mau wilayahnya digunakan untuk tempat penampungan sampah?. Padahal, setiap hari ada sampah yang harus ditampung dan diolah dengan jumlah yang tidak sedikit,” kilahnya.emtovic

7/01/2011

5/29/2011

el-barca luar biasa

0 komentar
Komentar itu pantas diberikan kepada klub Catalonia ini. Mereka tidak hanya memamerkan permainan cerdas dan efektif, tetapi juga menghiasi reputasinya dengan berbagai gelar.

Terlepas dari tuduhan bahwa pemainnya suka berlebihan jika ditekel lawan, Barcelona tetap menunjukkan sebagai tim hebat yang sulit dicari tandingannya. Wajar jika klub sebesar Manchester United (MU) dipaksa bertekuk lutut 1-3 di Stadion Wembley dalam final Liga Champions 2010-11, Sabtu atau Minggu (29/5/2011) dini hari WIB.

Ada banyak hal dari sisi "El Barca" yang pantas mendapat pujian. Secara tim, mereka memiliki sistem permainan yang sangat rapi. Hebatnya, sistem ini tak mudah dirusak oleh siapa pun dan dengan cara apa pun.

Pressing football yang diperagakan MU di awal pertandingan memang sempat membuat Barca kesulitan berkembang. Tetapi, hebatnya, dalam waktu singkat, Barca langsung mampu mengatasinya. Sistem dan gaya permainan Barca pun muncul semakin sempurna, yang memaksa MU untuk ganti bertahan. Statistik menunjukkan, Barca menguasai 68 persen permainan dan MU hanya kebagian 32 persen.

Permainan ini menjadi kuat karena didukung kekompakan yang tak kalah luar biasa. Semua pemain Barca seperti menyatu jiwa dan raga untuk bergerak, berpenetrasi, dan bertahan, tanpa harus diteriaki. Semua seolah berjalan secara otomatis meski dalam alur gerakan yang cepat.
Kekompakan itu juga didukung kemampuan dan keterampilan individu yang nyaris sempurna. Umpan, terobosan, kontrol bola, dan penyelesaian Barcelona sangat akurat dan rapi meski dalam tempo yang cepat. Ini yang membuat permainan Barcelona sangat efisien. Soal hal ini, rasanya Barca belum ada bandingnya. Pemain lawan pun kesulitan menahan gempuran Barcelona. Sebab, naluri dan gerak serangan mereka lebih cepat daripada naluri dan gerakan lawan dalam bertahan.

Ketenangan menjadi salah satu unsur kelebihan Barcelona. Ketika menguasai bola, mereka tak mudah panik oleh tekanan lawan sehingga, meski tertekan, mereka masih punya kemampuan berkelit, kemudian melepaskan diri entah dengan cara gocekan dan gerak tipuan, maupun dengan cara langsung mengumpan bola dengan cepat. Sehingga, serangan Barcelona tetap bisa mengalir.

Ini semua hanya bisa dilakukan dengan kecerdasan bermain yang tinggi. Dan, Barcelona memilikinya. Aktor utamanya adalah Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. Namun, secara keseluruhan permainan Barca memang cerdas. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga berpikir. Mereka tidak hanya bergerak atau menendang, tetapi juga kreatif.

Soal mental, Barca bisa dikatakan sangat kuat. Para pemain bermain untuk mengejar kemenangan, tidak peduli siapa pun lawannya dan tampil di mana pun. Mereka juga tidak mudah terprovokasi dan memiliki pribadi-pribadi yang tenang, seperti Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, David Villa, Carles Puyol, dan Gerard Pique. Kalaupun ada pemain yang suka meledak-ledak, itu adalah Daniel Alves dan Victor Valdes. Namun, itu pun masih dalam kontrol.

Barcelona selalu bekerja keras dan lapar gelar. Itu diungkapkan oleh striker David Villa, "Jika ingin tahu, kami tak pernah bersantai. Terus bekerja keras dan lapar gelar."

Wajar jika muncul penilaian bahwa Barcelona adalah tim terbaik dekade ini. Sebab, mereka telah menunjukkan permainan menyerang yang menghibur dan mampu menyelesaikan misi dengan menjuarai beberapa gelar.

Sukses mereka menjuarai Liga BBVA dalam beberapa musim dan menjuarai tiga Liga Champions dalam lima tahun terakhir adalah bukti kuat.

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, pun mengakui kehebatan Barca. "Sepanjang karier saya menjadi manajer, Barcelona adalah lawan terberat. Mereka bermain sangat bagus dan menikmati sepak bola," pujinya. Kompas.com


11/19/2010

Kebacut... Tahu 150 TKW Panik, Rombongan DPR Ngeloyor ke Mobil Sewaan

2 komentar
Cerita pilu Sumiati, tenaga kerja wanita (TKW) yang disiksa majikan di Arab Saudi, menghiasi pemberitaan media. Sikap abai ternyata tidak hanya dilakukan majikan yang kejam di negeri orang. Para wakil rakyat, yang menjadi Anggota DPR RI pun menunjukkan sikap abai saat rakyat yang memilihnya tengah kelimpungan di negeri seberang.

Rombongan Anggota DPR yang tengah kunjungan kerja ke Moskwa, Rusia, dilaporkan ”menelantarkan” 150-an TKW Indonesia yang kebingungan di Dubai. Di antara TKW itu ada yang kedua tangannya melepuh karena disiram air keras oleh majikan di Arab Saudi. Seorang TKW lain mengalami pendarahan di perut.

”Mereka egois sekali. Tidak ada satu pun peduli dengan nasib rakyat yang mereka wakili yang tengah kebingungan. Mereka menelantarkan para TKW di Dubai,” tutur Adiati Kristiarini, warga Indonesia yang mendampingi para TKW, dalam perbincangan dengan kompas.com beberapa waktu lalu.

Adiati menceritakan, peristiwa itu terjadi Sabtu (6/11). Ia bersama suaminya transit di Bandara Dubai dalam penerbangan New York-Jakarta. Di Gate 206, mereka menunggu keberangkatan Pesawat Emirates nomor penerbangan EK 358 tujuan Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 10.25 waktu setempat.

Di situ, menunggu pula rombongan TKW 150-an orang. Para TKW itu tak saling kenal dan tidak pergi dalam satu koordinasi kelompok. Secara kebetulan saja mereka bertemu di bandara. Ada juga rombongan anggota DPR hendak pulang seusai studi banding di Rusia.

Sekitar 30 menit menunggu, tutur Adiati, ada pengumuman bahwa penerbangan ke Jakarta dibatalkan karena lalu lintas udara Indonesia tidak aman akibat letusan Merapi. Para penumpang lalu diarahkan menuju hotel. Dari sinilah kepanikan dimulai. Para TKW bingung. Mereka tak tahu harus berbuat apa, sementara petugas Emirates kurang informatif.

Menurut Adiati, sebelum tiba di hotel yang terletak di luar bandara, mereka harus melewati sejumlah prosedur. Inilah yang membingungkan TKW, sebab banyak di antara mereka tak bisa berbahasa Inggris. ”Saya dan beberapa orang Indonesia lain lalu berinisiatif membantu mereka,” ujarnya.

Agus Safari, seorang peneliti yang juga transit di Dubai dari Rusia, menceritakan dalam e-mail-nya kepada kompas.com, prosedur dari bandara menuju hotel memang berbelit. Pertama, penumpang antre mendapatkan visa sponsorship. Setelah itu cek imigrasi. Mereka lalu harus ke loket untuk cap kartu visa. Kemudian antre scan mata di satu sudut yang cukup jauh dari counter cap.

Sejumlah orang Indonesia, tutur Agus, spontan mengarahkan para TKW yang bingung. Di tengah keriuhan, menurut Agus, rombongan anggota DPR tampak duduk berkelompok di ruang tunggu, sementara kartu visa mereka dikerjakan agen tur mereka. Agus mengenali mereka anggota DPR, sebab ia satu pesawat dalam penerbangan dari Rusia. Temannya di Kedutaan Besar Rusia memberi tahu Agus soal rombongan itu.

”Saya heran, kok mereka tak tergerak ya mengatasi rakyat yang memilih mereka sedang panik dan bingung. Mereka hanya tertawa dan ngobrol. Masya Allah…,” cerita Agus.

Di antara orang Indonesia yang membantu TKW ada juga Riny Konig. Ia transit di Dubai dalam penerbangan dari Swiss. Menurut Riny, karena kesulitan komunikasi, banyak TKW yang dibentak petugas bandara. ”Di sebelah saya ada orang-orang Indonesia dengan paspor biru. Mereka diam saja melihat para TKW dibentak-bentak,” tutur Riny beberapa waktu lalu.

Rombongan penumpang Emirates itu akhirnya tiba di Hotel Holiday Inn, Sabtu (6/11). Di sini, para TKW kembali gaduh. Mereka bingung urusan pembagian kamar. Riny Konig, Adiati, Agus, dan sejumlah orang Indonesia turun tangan lagi.

Riny menuturkan, saat mereka sibuk mengoordinasi TKW, tiba-tiba seorang perempuan menegurnya. ”Bu, tolong dong dibilangin rombongannya jangan ribut, malu-maluin negara aja, kan enggak enak,” tegur perempuan itu kepada Riny.

”Rombongan mana, Bu?” tanya Rini. ”Itu, rombongan TKW,” kata perempuan itu.

”Lha, saya bukan TKW, Bu. Saya ini ingin pulang ke Indonesia, berlibur, kebetulan bertemu mereka. Mereka ribut karena bingung, banyak yang bertahun-tahun enggak pulang, kasihan. Ibu mau liburan juga?” tanya Rinny.

”O enggak, saya baru pulang dari Moskow, tugas negara,” kata perempuan itu. Belakangan, Riny tahu perempuan itu adalah anggota DPR yang habis studi banding di Moskwa.

Tangan Melepuh
Adiati menceritakan, di antara TKW ada seorang yang kedua tangannya melepuh disiram air keras oleh majikannya di Arab Saudi. Matanya merah karena dicolok majikan. ”Dia dari Karawang. Baru seminggu kerja sudah mendapat kekerasan. Ia tak punya uang sama sekali. Cuma bawa tas kecil berisi dua pakaian. Ia diam terus. Kasihan sekali,” tuturnya.

Ada pula seorang TKW mengalami pendarahan perut. Namanya Ipah. Adiati yang mendampingi Ipah selama di hotel menceritakan, Ipah terus berbaring selama menunggu kepastian terbang.

”Tidak ada satu pun anggota Dewan yang terhormat itu menaruh perhatian pada nasib dua TKW ini,” ucap Adiati kesal.

Esoknya, Minggu (7/11), ”relawan” Indonesia dan para TKW ”konsolidasi” di lobi hotel, supaya mudah koordinasi jika ada pengumuman kapan pesawat ke Jakarta akan terbang.

Adiati menuturkan, saat para ”relawan” sibuk mendata TKW, seorang lelaki berdiri menonton. ”Spontan saya bilang ke dia, Pak, mestinya Bapak yang ngurusin para pahlawan devisa ini, kan Bapak anggota DPR. Ini di depan mata Bapak jelas-jelas ada rakyat Bapak kesusahan, kasihan kan,” kata Riny.

”Maaf, Bu. Saya bukan anggota DPR,” kata lelaki itu. Ia mengetahui kemudian, lelaki itu adalah petugas agen travel yang mengurus perjalanan rombongan DPR. Lelaki itu lalu berbalik dan bergabung dengan rombongan DPR. Beberapa orang dari mereka sempat menoleh saat ia berbicara dengan lelaki dari agen travel itu. ”Mereka malah ngeloyor keluar menuju mobil sewaan,” kata Rini.

Minggu sore, mereka mendapat kabar pesawat berangkat pukul 01.00 waktu Dubai. Kembali terjadi kegaduhan. ”Tidak semua TKW dapat terangkut oleh bus yang disediakan. Jadi kami berangkat bertahap ke bandara,” ujar Agus.

Agus heran, di bandara ia tidak melihat seorang pun rombongan DPR. ”Rupanya mereka sudah pulang naik penerbangan pukul 20.00,” kata dia.

Menurut catatan kompas.com, anggota DPR yang ke Rusia adalah rombongan Komisi V yang studi banding terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Rumah Susun. Selain ke Rusia, Komisi V juga studi banding yang sama ke Italia.

Informasi yang dihimpun kompas.com, anggota rombongan itu terdiri dua dari FPAN, 4 dari F-Golkar, 4 dari F-Demokrat, 2 dari FPDIP, 1 dari FPKS, 1 dari FPPP, 1 dari FPKB, dan 1 dari Fraksi Gerindra.

Sekjen DPR Nining Indrasaleh, Selasa (2/11), mengatakan, anggota Komisi V itu berangkat 1 November. Nining mengungkapkan, anggaran untuk ke luar negeri ini untuk satu pembuatan UU Rp 1,7 miliar.

Nining menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 01/PM02/2009 tentang standar biaya umum 2010, anggota DPR mendapat jatah uang harian 509 dolar AS per hari. Uang harian itu mencakup transportasi lokal, biaya makan, hotel, termasuk uang saku.

Sebelumnya, banyak kecaman terhadap anggota DPR ke luar negeri. Kecaman kian kencang setelah bencana menghantam di berbagai daerah. Parpol pun telah melarang kadernya ke luar negeri. Namun, larangan itu hanya angin lalu.kompas.com

"Harry Potter and the Deathly Hallows" Bakal Laris Manis

0 komentar
Sejumlah pengamat industri film memprediksi film terakhir Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 akan menuai sukses di tangga film box office di kawasan Amerika Utara.

Bahkan Studio Warner Bros cukup percaya diri bahwa film tersebut bisa meraup 100 juta dollar AS di Amerika dan Kanada selama tiga hari pertama penayangannya di bioskop. Seri pertama dari dua seri film terakhir Harry Potter ini  mulai ditayangkan pada Jumat (19/11/2010). Warner meyakini animo terhadap film ini cukup besar. Bahkan memprediksikan penghasilan menyeluruh senilai lebih dari 1 miliar dollar AS dari penjualan tiket secara global.

Berdasarkan catatan BoxOfficeMojo.com yang berbasis di California, enam film terdahulu yang didasarkan pada buku laris tentang bocah penyihir karya JK Rowling, itu telah mengantongi pendapatan sebesar 5,42 miliar dollar AS di seluruh dunia.

Dan Fellman, Kepala Distribusi Domestik Warner Bros, mengatakan film itu harus meraup lebih dari 100 juta dollar AS di AS dan Kanada selama akhir pekan pertamanya di bioskop. Dia memperkirakan secara keseluruhan penghasilan dari penjualan tiket di seluruh dunia akan mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS. "Saya yakin pasti akan (tercapai)," katanya.

Paul Dergarabedian, pengamat box office di Hollywood.com juga meyakini hal tersebut. "Ini akan menjadi pembukaan terbesar. Ini dapat melampaui penghasilan sebesar 102,7 juta dollar AS, yang diperoleh dalam pembukaan seri Harry Potter  and The Goblet of Fire  pada 2005," kata Dergarabedian.

"Film ini adalah awal dari akhir Harry Potter yang fenomenal dan puncak dari satu dekade. Sulit untuk tidak meletakkan target-target tinggi tentangnya," kata Degarabedian kepada Reuters.

Penjual tiket dalam jaringan di AS, Fandango, Rabu, mengatakan bahwa lebih dari 2.200 tiket untuk Harry Potter, the Deathly Hallows: Part 1 telah terjual habis sebelum pembukaan hari Jumat mendatang.

Sementara menurut MovieTickets.com, the Deathly Hallows berada di urutan kelima tiket terlaris sepanjang masa, tepat berada di belakang Harry Potter and Half Blood Prince.

Film ketujuh dan sebagian dari seri terakhir petualangan Harry dan teman-teman sekolahnya di Hogwarts akan mendapatkan tempat terbesar di Imax. Imax mengatakan bahwa  the Deathly Hallows  akan dibuka pada 239 layar Imax di Amerika Utara, dan 117 layar internasional.kompas.com